Dirimu dalam sebuah drama atau drama dalam dirimu

Lusa di kantor arsip kamu menemukan transkrip dialog Lucien Carr, Allen Ginsberg, Jack Kerouac:

tumblr_o079ayDSAB1u75b1po1_500.jpg

Kamu menginggat beberapa bagiannya dengan baik. Malam ini kamu merasa capek. Belum selesai semua agenda; mengembalikan minat becamu. Siang hari kamu mau menanam Pohon anggrek: layu, memecahkan genteng, memasukkannya pada mangkuk. Sore hari ingin tidur tapi harus datang diskusi. soal moralitas menyebalkan, sebab kamu menginggat dengan baik perkara Allen.

Continue reading

Advertisements

Anthropic Principle: Tentang Kosmos, Manusia, dan Daya Pemahamannya

v1_Cosmos_001_-nyito.jpg

Brandon Carter mengajukan prinsip antropik untuk menangani munculnya berbagai model alam semesta yang secara fisika-matematis sahih, tetapi tidak memungkinkan di ilustrasikan adanya kehidupan dalam model tersebut. Singkatnya,model tepat secara matematis tetapi menjadi kacau ketika kita memasukkan manusia sebagai subjek berkesadaran di dalamnya. Olehnya kehidupan tidak dimungkinkan ada. Prinsip antropik adalah upaya penerimaan atas ada-nya cakrawala a priori dalam kepemahaman atas kosmos.

Melalui artikel “Anthropic Principle in Cosmology” Carter ingin menjelaskan kembali prinsip antropik yang ia usulkan pada 1970an , sebab setelah itu banyak sekali tafsir yang berkembang secara bebas terkait dengan pemahaman atas prinsip antropik sebagai azas metodologis dalam peneyelidikan kosmos. Ada yang menafsirkan prisip “antropik” tidak intrinsikketat dalam kosmos, tetapi hanya relevan pada skala kecil di tingkatan global. Dalam retrospeksinya Carter tidak yakin bahwa terminologi yang ia pilih tepat, tetapi karena sekarang telah diambil secara luas dan terlambat untuk mengubahnya.

Memang istilah “prinsip antropik” menjadi sangat populer karena telah menggambarkan ide-ide (misalnya sifat teleologis alam semesta: seolah dirancang untuk jenis kehidupan “prinsip finalitas”) yang berbeda bahkan bertentangan dengan apa yang dimaksudkan Carter pada awalnya. Pada Juni 2004 dalam sebuah kolokium di Paris, Carter menulis sebuah artikel ,“ANTHROPIC PRINCIPLE IN COSMOLOGY” untuk melakukan koreksi atas berbagai versi penafsiran prinsip antropik yang muncul setelah 1970. Koreksinya hanya kilas soal tujuan awal introduksi prinsip ini pada wacana kosmologi.

Continue reading

Genesis

Setelah mendengar rapat para pegawai di ujung gang

merapikan senyuman, dan pergi 

                                         –kita tak tahu apa-apa dan tidak butuh apa-apa-

dia adalah apa

bukan klimat tanya, tapi penegasan

sebab untuk dia, orang tidak pernah bertanya

semua serupa malaikat; penghakim 

ini bukan waktu yang tepat untuk bersuara

atau sekadar jatuh cinta

masuklah ruangan sebelum hujan turun

jangan lupa cuci kakimu

lihat beberapa jejak bisa berubah menjadi apapun

buka buku, dan berbaring

                                –di sini tidak ada kenangan kecuali, kebodohan yang tak lelah-

lalu, hidup tinggal seperti pembatas buku:

dia tahu seseorang bisa meletakkannya di halaman mana pun

atau membiarkannya tertinggal di halaman pertama, dan seorang akan terus membaca

atau meletakkannya pada halaman  tentang dua orang makan babi, menertawai video game, menonton sepakbola, 

padahal jika kau tahu: Dia tidak suka sepakbola, dia tidak suka video game

tapi 

Dia hanya pembatas buku, nasibnya adalah kejemuan seorang pembaca. 

Esok seorang akan mulai bosan, meremasnya dalam sekali kepal tangan, melempar ke luar kamar lewat jendela terbuka

sambil mengumpat: “Ahh..kau membosankan”

dia tahu:

esok seorang akan menulis surat cinta di atas selembar pembatas buku. 

Seperti terror.

Tangan pertama yang menerima surat itu, adalah seorang yang akan dibunuhnya jika mukjizat tuhan bisa merubahnya menjadi manusia.

Dia berjanji akan menelan mentah-mentah ulu hati, penerima surat itu.

TAPI:

dia hanya pembatas buku

dan di ruang ini mukjizat tuhan tinggal dongeng yang lelah.

Yogyakarta 9 mei 16