Yang Tersisa dari Mimpi dan yang Diharapkan Seorang untuk Tak Diingat Lagi

Kamu terbangun dan ingin menulis sebuah teror

tepatnya, menulis untuk meneror

berapa nyawa yang harus dibunuh?

berapa ketakutan tersebar?

kamu tahu hidup lebih menakutkan daripada tulisan

hidup lebih menteror daripada baris-baris kalimat yang mengetarkan

 

– toh pada akhirnya hidup juga tidak abadi-

kamu temukan kalimat ini dalam  sebuah sajak tipis

-toh pada akhirnya kita akan mati-

kamu temukan kalimat itu di ujung mulut seorang bocah

di dalam keduanya hidup hanya omong kosong

 

kematian hanya dongeng

di dalam dirimu: ketakutan terus mendesak

kematian

sebelum akhir, menjelang azan subuh

seorang bertanya:

“ ada pesan apa untuk kucing-kucing di beranda rumahmu”

 

______Yogyakarta—–

untuk MZH atas semuanya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s