Fragmen yang terlihat-timbul-tengelam-lenyap, setelah hujan : mengapa harus ada kematian?

Aku melihat seorang berjalan selepas hujan.

Bau tanah. Remah-remah daun membusuk. Tanah becek. Selokan. Bau bunga kenangga. Rerimbun pohon. Bunga tanjung menumpuk di sela ranting. Lampu-lampu kota. Sisa air hujan menetes dari ujung atap.

Dan seorang masih mencari. Apa yang tersisa setelah hujan lebat?

Aku melihat seorang berjalan selepas hujan

Dan masih percaya bayangan yang terpantul dari cahaya lampu-lampu kota

Mungkin hanya sisa rintik hujan

Dan seorang masih percaya pada kemungkinan (meski serintik titik sisa hujan)

 

Aku melihat seorang berjalan selepas hujan

Dan menghilang di balik rimbun semak bambu hias

 

Aku melihat dua orang berjalan selepas hujan

“ Jangan ikuti amarahmu,”

“ Tekan suaramu, ini tempat umum”

“ Kau laki-laki !”

“ Kau juga”

 

Aku mendengar seorang dari kejauhan

“ lalu kenapa mereka bertengkar?”

 

Aku membaca dari surat kabar

Dua orang mati dengan kepala berdarah

 

Ada sejenis kemesraan yang lucu, mungkin cinta, tapi lebih mungkin emosi, atau perasaan, atau hanya mungkin

Aku melihat sebuah pamflet di pojok masjid

“ Cara membunuh dua orang yang berjalan selepas hujan”

 

Esok

 

Aku hanya ingin buta dan tak melihat apa-apa

 

 

 

Advertisements

Fragmen putus-tengelam-timbul, Potongan tulisan tak jadi, betapa sulitnya menulis enak

Empat tahun setelah Parti Komunis berhasil menguasai Cekoslowakia dan sebagian kota-kota di Eropa Timur pada 1948. Clementis mantan menteri luar negeri Ceko era 1950an dihukum gantung. Hujan salju Februari 1948, Gottwald –pemimpin partai-, berdiri di dampingi Clementis di sebuah balkon istana Barok di Kota Praha. Ia menyampaikan pidato pertama atas keberhasilan partai komunis menguasai Ceko. Salju turun deras, Gottwald tidak membawa topi, lantas Clementis yang berdiri di sampingnya langsung mencopot topi yang ia kenakan untuk diberikan pada sahabatnya.

Di balokon itulah pada bulan februari 1948 sejarah cekoslowakia komunis lahir. Setiap anak-anak sekolah mengetahui kejadian itu lewat foto dari poster, buku sekolah dan diorama museum. Sebuah foto seorang pemimpin partai menyampaikan pidato di depan ribuan orang dengan mengenakan topi bulu. Tidak ada siapa-siapa disamping potret kamerad Gottwald, tidak ada Clementis yang memberikan topi padanya saat salju turun.

Setelah empat tahun kekuasaan komunis di cekoslowakia, clementis dituduh sebagai penghianat. Fotonya di balkon mendampingi pidato pertama kamerad di depan rakyat ceko dihilangkan. Dia dihapus dari sejarah, dilupakan dan setiap orang tidak berhak menginggatnya.

Waktu bergerak, pengalaman masa lalu tumpang-tindih dengan kekinian. Tiba-tiba kita meloncat ke tahun 1971. Ketika seorang Mirek dengan kisah cinta, perselingkuhan yang menyebalkan dan emosional tiba-tiba saja bergumam: bahwa perjuangan manusia melawan kekuasaan adalah perjuangan ingatan melawan pelupaan.

Diri yang penuh memori personal itu berada di dalam arus menyejarah yang kolektif, arus yang memaksanya terhubung dengan kolektivisme kewargaan sebagai orang Ceko. Mirek adalah bagian dari sejarah sosial-politik komunisme cekoslowakia yang menancapkan kenyamanan kekuasaannya dengan meluapkan gelombang pelupaan setiap mereka yang dianggap penghianat.

Akhirnya, ini bukan soal kisah perselingkuhan dan cinta yang emosional, ini adalah kisah tentang bagaimana menulis sejarah dari masa lalu dan masa kini yang tumpang-tindih. Personalitas dan kolektivisme yang membingungkan, memori kolektiv dan kenangan personal yang saling terhubung sebagai sejarah yang harus dituliskan.