Ia ingin sekali menebak apa yang ada: tersisa, terkenang dalam tubuh seorang perempuan tua yang duduk membungkuk di depannya. Kulit kriput dan rangka pungung yang bahkan tak bisa tegak menyangga badannya. Adakah lipatan-lipatan usia yang mengurat kulitnya menyisakan sesuatu dari masa lalu untuk dipikirkannya. Misalnya, tentang pengalaman pertama bersetubuh atau tentang kematian-kematian yang beberapa kali mampir di kelopak matanya. Atau tentang apapun itu yang masih tersisa dari tubuh lemahnya.

Ia tau tubuhnya akan sampai pada usia yang tak bisa dikendalikannya lagi. Ia tak akan lagi direpotkan dengan keinginan memilih celana dengan potongan kain terbaik, atau kemeja dengan lipatan lengan yang bisa merekayasa otot-ototnya yang mengelambir karena tak pernah berolaraga agar terlihat padat memikat.

Ia ingin mengenali degan benar tubuhnya.

Tubuh perempuan tua itu membuatnya mecemooh ingatannya sendiri tentang suatu waktu ketika seseorang mengajarinya cara memilih kemeja yang bisa menyembunyikan lipatan-lipatan lemaknya. Tubuh perempuan itu membuatnya membenci bahwa tubuhnya pernah berusaha untuk terlihat segar selepas berhari-hari tidak tidur. Ia dan tubuhnya pernah ingin sekali mengilangkan noda-noda hitam bekas jerawat: memakai masker penutup muka sebab asap kenalpot mobil yang mengenai mukanya akan menumpuk menjadi kotoran tempat tumbuh subur jerawat-jerawatnya.

Di lapis epidermis kulit tubuhnya noda-noda emosional pernah terperangkap dan mungkin kini telah menyatu dengan daging, otot dan kelenjar-kelenjarnya. Kalau ia terluka ia ingin mengamati apakah benang-benang fibrin yang terbuat dari protein serat-serat yang tidak larut dalam plasma pada proses penggumpalan atau pembekuan darahnya adalah jaringan sel-sel yang benar-benar baru, sehingga noda-noda emosionalnya dari masa lalu bisa ditutup dan hidup seakan bisa dimulai dari awal lagi.

Ia tak ingin memori berubah menjadi jaringan-jaringan biologis yang mengangit tubuhnya. Ia ingin memori hanya soal kadar kewarasan, dan ia belajar; usia akan menurunkan kewarasannya dan ia bisa lupa. bisa lupa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s