Buruh dan Cinta yang Dibunuh (Tentang Nasib Perempuan Lesbi Mantan Buruh Migran di Hongkong, Sekembalinya dari Victoria Park)

Ia tertunduk karena salah, gentar, patuh mengecam diri

Dan akhirnya boleh juga, ia dimanja sekali-kali

__Toeti Heraty N, Sajak : Manifesto__

fullsizeoutput_d0

Lebaran tahun 2015 ia pertama kali melihat kembali kampung halamannya. 4   ia menjadi buruh di Hongkong, dan tidak akan pulang sebelum adiknya lulus pendidikan tinggi.

“Aku tidak akan kembali lagi ke Hongkong, semua hal yang berhubungan dengan Hongkong harus dihapus” begitu katanya dengan bahasa Jawa kasar (ngoko).

Continue reading

Jalan Lain ke Yang-Liyan: Ruang Gelap dan Suara Kertak Gigi

sergius4dlmDalam puisi orang bisa tak peduli, tapi sekaligus peduli. Tak peduli pada apa pun, tetapi sekaligus amat peduli (pada diri sendiri). Orang mungkin akan menyebut ini sebagai selemah-lemahnya kepedulian. Bahasa Jawa punya lema kata yang muatan psikolinguistik-nya lebih bisa menegaskan kondisi itu —tenguk-tenguk, posisi pasif tetapi aktif. Diam sekaligus perhatian, siaga dan berjaga-jaga, kuda-kuda kepeduliannya justru dirawat dari sudut   paling sepi: dirinya sendiri.

Continue reading

Ibu: Harap tenang sedang ada yang terjatuh

                           …………………………………-seorang anak sedang berlari-

 

…………………………………………..mencari………………………ibu yang terjatuh

tapi drama sudah selesai.

………………………………….dan panggung sudah dibongkar.

 

—————————————–lampu dimatikan

 

 

———————————————gelap.